Senin, 28 Juni 2010

ACFTA Untungkan Bisnis Komputer

ACFTA Untungkan Bisnis Komputer

Pasalnya, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Solo, Andoko, pada dasarnya pelaku bisnis komputer di Indonesia adalah pedagang, penyalur atau distributor. Belum ada komputer asli buatan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau ekspor. Kalau pun ada itu hanya sebatas rakitan saja.

"Komputer di Indonesia itu impor, sebagian besar dari China," papar dia ketika ditemui di kantornya, Jumat (15/1).

Menurut dia, perdagangan bebas antara China dengan negara-negara di Asia Tenggara justru akan menguntungkan para pelaku bisnis komputer nasional. Ia mengatakan, dengan diberlakukannya kebijakan itu maka akan banyak komputer impor dari China yang akan masuk di Indonesia dengan harga murah. "Sehingga banyak pilihan bagi para pedagang yang akan menjual maupun bagi para pengguna yang akan dibeli," tandasnya.

Kendati nantinya komputer asal China diperkirakan marak, namun tidak seluruhnya bisa diterima di masyarakat. Pasalnya, masyarakat punya standar cukup tinggi dalam pembelian perangkat komputer. Sementara komputer dari China, seperti produk RRC lainnya (misalnya ponsel, elektronik, dan tekstil), biasanya kualitasnya rendah lantaran harganya murah.

"Saya kira komputer China itu nantinya tidak akan membanjiri tempat kita, karena sudah banyak merek yang beredar di tempat kita. Saya perkirakan, produk yang akan masuk hanyalah asesorisnya saja. Seperti keyboard, mouse dan mouse pad, serta load speaker," ungkapnya.

Meski diperkirakan tidak begitu berpengaruh, namun kebijakan ACTFA itu tetap patut diwaspadai para pelaku bisnis komputer. Sebab, kata Andoko, diduga para pelaku bisnis komputer dari China itu tidak hanya membawa produknya saja ke Indonesia. Tapi juga akan mengendalikan langsung distribusinya dari hulu sampai hilir tanpa banyak melibatkan orang- orang pribumi.

Kalau pun nantinya akan melibatkan, mereka hanya difungsikan sebagai tenaga kasar saja. "Kalau model penjualannya mulai dari hulu hingga hilir di pegang langsung, diperkirakan akan mengurangi serapan tenaga kerja kita," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar